Pengantar Pembelajaran Aktif Abad 21
Oleh: Darliana
Pembelajaran aktif abad 21 adalah pembelajaran aktif yang bersifat dinamik dan fleksibel. Di Jepang pembelajaran aktif ini merupakan hasil reformasi dari pembelajaran aktif yang kaku, yaitu pembelajaran aktif yang menggunakan langkah-langkah pembelajaran (model-model pembelajaran) dan pertanyaan-pertanyaan prosedural (pertanyaan-pertanyaan pada LKS). Pembelajaran aktif yang kaku kurang dapat meningkatkan kompetensi siswa lebih tinggi, karena kegiatan belajar siswa ditetapkan oleh guru melalui langkah-langkah pembelajaran dan pertanyaan-pertanyaan prosedural. Siswa kurang diberi kebebasan untuk berpikir dan berbuat menurut jalan pikiran dan kemampuannya sendiri. Akibatnya siswa kurang mampu untuk berinisiatif sendiri dan mengarahkan dirinya sendiri, serta pembelajarannya kurang meningkatkan keterampilan berpikir, penguasaan konsep yang mendalam, dan psikomotor siswa. Dua aspek penting dari perubahan pembelajaran aktif itu (pergeseran paradigma pembelajaran abad 21) adalah sebagai berikut.
- Perubahan pembelajaran aktif dari pembelajaran yang statik (yang mengharuskan siswa mengikuti langkah-langkah pembelajaran yang ditentukan guru) ke pembelajaran aktif yang dinamik (guru mengikuti perubahan situasi belajar yang diperlukan siswa).
- Perubahan pembelajaran aktif dari pembelajaran yang kaku (yang mengharuskan siswa berpikir mengikuti pertanyaan-pertanyaan prosedural yang telah ditetapkan guru) ke pembelajaran aktif yang fleksibel (guru mengikuti proses berpikir siswa).
Pergeseran Paradigma Pembelajaran Aktif Abad 21
Pembelajaran Aktif Abad 20
|
Pembelajaran Aktif Abad 21
|
Kegiatan pembelajaran mengikuti model-model pembelajaran dan pembelajaran yang menggunakan LKS.
|
Kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan klasikal dialog (tanya-jawab) mendalam, kegiatan kelompok praktik tanpa LKS, dan kegiatan individual.
|
Perubahan situasi belajar siswa ditetapkan oleh guru melalui langkah-langkah pembelajaran.
(Pembelajaran yang statik) |
Perubahan situasi belajar siswa ditentukan oleh siswa, guru harus mengikuti perubahan situasi belajar yang diperlukan siswa.
(Pembelajaran yang dinamik) |
Pertanyaan-pertanyaan prosedural menuntun siswa untuk berpikir mengikuti jalan pikiran guru atau penyusun LKS. Siswa mengkonstruk konsep dengan bantuan guru atau penyusun LKS.
(Pembelajaran yang kaku) |
Pertanyaan-pertanyaan susulan setelah siswa menjawab pertanyaan hanya membantu mengungkapkan segenap pengetahuan dan wawasan yang dimiliki siswa, agar siswa dapat mengkonstruk konsep sendiri.
(pembelajaran yang fleksibel) |
Melalui instruksi dan pertanyaan dari guru, siswa diberitahu mengenai variabel yang harus diamati, cara merangkaikan alat, cara melakukan percobaan, sampai pengolahan datanya.
|
Melalui pertanyaan dialog pra-praktik, siswa dilatih untuk mampu menentukan sendiri variabel yang harus diamatinya, cara merangkaikan alat, melakukan percobaan, sampai cara mengolah
datanya. |
Efektivitas dan kualitas pembelajaran diyakini lebih bergantung pada rencana pelaksanaan pembelajaran dan teknik pembelajaran (langkah-langkah pembelajaran dan penggunaan LKS).
(Pembelajaran yang statik) |
Efektivitas dan kualitas pembelajaran diyakini lebih bergantung pada kegiatan autentik antara guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung.
(Pembelajaran yang dinamik) |
Rencana pembelajaran merupakan rencana yang pasti, karena harus mengikuti langkah-langkah pembelajaran dan proses berpikir yang ditetapkan guru.
|
Rencana pembelajaran hanya merupakan perkiraan mengenai situasi pembelajaran yang riil yang akan dilaksanakan guru.
|
Pelaksanaan pembelajaran harus tepat sama dengan rencana pembelajaran.
|
Dalam pelaksanannya guru boleh mengubah pembelajaran sesuai dengan keperluan siswa, walaupun tidak sama dengan yang direncanakan.
|
No comments:
Post a Comment